• ABOUT
  • SECARIK SEJARAH GALISHA GROUP
  • FACEBOOK
  • TWETTER
  • INSTAGRAM
Galisha
  • HOME
  • BMT
    • BMT KAYANGAN
    • SONGGO FINANCE
  • G-PENA
  • G-MART
  • G-HOUSE
  • G-AMDK
  • G-HELER
  • GALIANA
    • TRAVEL
    • TRANSPORT
  • G-SPORT
    • G-SPORT
    • G-FUTSAL
  • G-GALERY
Home → G-PENA → Menjadi Wanita Shalehah

Menjadi Wanita Shalehah

Unknown
Add Comment
G-PENA
Minggu, 01 September 2013
لأنّ وراء كل رجل عظيم إمرأة صالحة
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya..... Islam sangat memuliakan wanita. Posisi perempuan begitu penting sehingga sering terdengar suatu ungkapan bahwa tegaknya suatu negara sangat tergantung dengan perilaku perempuan dalam negara tersebut. Mungkin ada yang menganggap ini berlebihan, namun memang seperti inilah adanya.
Oleh karena itu, menjadi penting untuk memperhatikan beberapa tipe perempuan yang pernah diterangkan Allah dalam Al Qur’an. Dimana Al Qur’an secara khusus membicarakan jenis-jenis perempuan berdasarkan amalnya. Tipe pertama adalah tipe wanita shalehah. Bagaimanakah wanita yang sholehah itu ? Ia yang meyakini bahwa Allah sebagai Rabb-Nya dan Nabi Muhammad sebagai nabinya, Islam sebagai agamanya yang haq, Al-Qur'an dan As Sunnah sebagai pedoman hidupnya. Ia mampu menjaga pandangan dari pria yang bukan muhrimnya, menutup aurat, senantiasa menjaga tutur kata agar bermakna hanya untuk kebaikan, mengerjakan yang ma’ruf dan menjauhi yang munkar. Al Qur’an juga menerangkan tipe-tipe wanita pejuang untuk menjadi contoh bagi para muslimah. Tipe yang kedua ini dicontohkan oleh Asiyah binti Mazahim, istri Fir’aun. Asiyah dengan teguh memberontak, melawan dan mempertahankan keyakinannya apapun resiko yang diterimanya. Semuanya ia lakukan karena ia memilih rumah di Surga, yang diperoleh dengan perjuangan menegakkan kebenaran.“Dan Allah menjadikan teladan bagi orang-orang yang beriman perempuan Fir’aun, ketika ia berdo’a: Tuhanku, bangunkan bagiku rumah di surga. Selamatkan aku dari Fir’aun dan perbuatannya. Selamatkan aku dari kaum yang zalim.”. Dan yang ada di masa kini adalah wanita-wanita yang rela meninggalkan nikmatnya dunia untuk berjuang dalam hal kebaikan. Tipe ketiga yang dijelaskan dalam Al Qur’an adalah tipe wanita penggoda. Jelas untuk yang satu ini diwakili oleh Zulaikha penggoda Nabi Allah Yusuf alaihi salam. Dalam kisah Zulaikha menggoda Yusuf inilah, Al Qur’an menunjukkan kepandaian perempuan dalam melakukan makar dan tipuan. Apalagi di zaman yang seperti sekarang ini, semakin banyak wanita penggoda yang tidak memiliki rasa malu, menggoda siapa saja yang mereka kehendaki. Mereka ialah yang tak mengenal agama ataupun mengenal agama namun tidak melaksanakan syari’at. Letak kehormatan wanita di mata Allah SWT Wanita adalah suatu makhluk ciptaanNya dengan segala kelebihan dan kekurangan dimataNya. Inilah KELEBIHAN dan KEISTIMEWAAN wanita dalam masuk surgaNYA yang diberikan oleh ALLAH Subhanahuwata'ala: • Doa wanita lebih maqbul dari lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat dari lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : “Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.” • Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000 orang lelaki yang tidak soleh. • Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis kerana takutkan Allah SWT dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya. • Diakherat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Istrinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya. Artinya , bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya. • Seorang Wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui pintu mana saja yang disukainya cukup dengan 4 Syarat saja, yaitu : Sholat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga Kehormatannya. • Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara bagi wanita jika taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata. Demikian sayangnya Allah SWT kepada kaum wanita. Kelebihan – kelebihan istri Rasulullah SAW Ada banyak pendapat mengenai jumlah Istri Rasulullah, namun seperti yang kita ketahui dalam buku Nisaau haula Rasulullah SAW ada sepuluh orang, yaitu Khadijah, Saudah, ‘Aisyah, Hafshah, Ummu Salamah, Ummu Habibah, Zainab, Shafiyyah, Juwairiyah, dan Maimunah. Siti Khadijah r.a. adalah istri pertama Rasulullah SAW dan figur seorang istri shalihah yang menjadi penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang dan beribadah kepada Allah SWT. Beliau telah berkorban dengan harta, kedudukan, dan diri beliau demi membela perjuangan Rasulullah Saw. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah r.a., hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasul walau beliau sendiri sudah meninggal. Dan seperti yang kita ketahui bahwa istri-istri Rasulullah adalah wanita-wanita yang hebat dan pilihan. Mereka memiliki banyak kelebihan yang sangat membantu Rasulullah SAW ketika beliau dakwah menyebarkan agama Islam, diantara kelebihan-kelebihan yang ada yaitu : o memiliki otak cemerlang dan berpandang luas. o mempunyai sifat dan akhlak yang terpuji. o menguasai, menghafal, dan meriwayatkan hadist. o mengerjakan sesuatu dengan tangannya (kreatif), dan menyedekahkan hasilnya untuk orang miskin. o sering berpuasa, mengerjakan shalat malam, zuhud dan beribadah. o mempunyai watak tenang, lembut dan toleran. o seseorang yang pintar, jujur. Tahukah Kau ??? Di belakang Pria yang Sukses, Selalu Ada Wanita yang Hebat! BETAPA hebat menjadi wanita. Lembut, penuh kasih, dilindungi, dihormati dan dihargai. Kehadirannya diperlukan oleh setiap manusia di semua peringkat usia. Sebagai anak dia menyenangkan. Sebagai saudara, dia menenteramkan. Sebagai isteri, dia menginspirasi. Sebagai ibu, dia pendidik ulung dan sebagai teman, dia dikenal sebagai penasihat yang ikhlas. Di sebalik kekurangannya dari sisi akal dan agama, dalam banyak situasi, wanitalah pemeran utama di belakang layar. Dalam sebuah keluarga, posisi paling penting adalah sebagai isteri, karena dialah orang yang paling dekat dan paling mengerti suaminya. Di sinilah letaknya makna syarikatul hayah (pasangan kehidupan), yang setia menjadi sayap suami dalam keadaan suaminya hadir dan sewaktu ketiadaannya. Bersungguh-sungguh berusaha membantu secara hakiki dan maknawi dalam mencapai cita-cita hidup mulia atau mati syahid. Apakah syarikatul hayah (partner kehidupan?), apakah kriteria yang diperlukan? Secara ideal, seorang wanita Muslim haruslah memiliki modal: 1. Memiliki tingkat iman dan taqwa yang memadai Paling tidak, mampu membedakan mana yang haq dan mana yang batil. Cukup pula untuk dia memilih dan memilah yang halal, haram dan yang syubhat. Dengan demikian, dia menggenggam izzah-nya dengan kuat.Bila sudah berbekal dengan iman dan taqwa, dia tidak akan mudah berputus asa dan kemudian diserang kemurungan apabila ditimpa musibah. 2. Sebaiknya dia menguasai ilmu dien dan akademik Wanita yang berwawasan akan menyadari kepentingan ilmu karena dialah yang akan menjadi guru pertama untuk anak-anaknya. Dengan ilmu, dia mampu berperan menjadi pendidik kepada anak-anaknya. Sementara dengan kemahiran atau skill-skill tertentu, antara lain, memasak, menjahit, mengajar, memandu kenderaan dan lain-lain, dia akan memiliki inisiatif dan kreativitas dalam menjalani hidup, baik bersama suami maupun ketika bersendirian. 3. Berkemampuan mengendali emosi Wanita Muslim yang baik, ia harus sanggup bersusah-payah dan berusaha untuk qanaah, karena suami yang cintakan Allah, agama dan jihad akan otomatis menjadikan dunia sebagai sarana menuju akhirat, bukan sebagai kesenangan dunia semata. Menurut istilah Imam Asy-Syafii rahimahullah, “Hakikat zuhud adalah tidak meletakkan dunia di hatinya” 4. Memiliki mental yang kuat Dalam bahasa yang lebih mudah, wanita harus kuat menahan perasaan. Ada banyak kondisi dan situasi yang membutuhkan mental sekuat baja. Karena hidup tak selamanya berjalan mulus , banyak cobaan dan rintangan yang harus dihadapi dengan mental baja. Baik dihadapi bersama suami maupun sendirian, karena istri yang baik tidak akan membebani suaminya. 5. Mampu mengawal diri dari sifat buruk yang timbul dari situasi tertentu Sifat buruk di sini antara lain adalah; membanggakan diri sebagai isteri, dengan itu dia paling tau banyak hal. Membanggakan suami dan merendahkan orang lain bisa juga menganggap dirinya orang paling malang dan paling memerlukan perhatian banyak orang ketika sedang ditimpa musibah dan lain sebagainya. 6. Memiliki daya tahan dan kemahuan yang kuat Daya tahan seorang istri-lah yang menjadi inspirasi dan menjadi pendorong utama para suami untuk melaksanakan amal dan karir. Dia berkemauan kuat untuk bersama-sama suaminya menempuh ombak lautan perjuangan di dalam kapal bernama “jihad” dan rumah tangga menuju jannah Rabbnya. Dengan kemauan kuat jiwa yang rapuh ditegakkan, semangat layu disegarkan dan air mata diusap dan diganti dengan senyuman. 7. Selalu berinisiatif untuk kelihatan menarik di mata suami Wanita Muslim harus menarik dari berbagai segi; penampilan, cara berpakaian, berfikir, bersikap, berbicara dan mengambil keputusan, dalam waktu senang maupun susah. Wanita sebeginilah yang Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) maksudkan dalam sebuah ucapannya, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kamu tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? Wanita sholehah adalah wanita yang bila dilihat suaminya menyenangkan, bila diperintah ia mentaatinya dan bila suaminya meninggalkannya, ia menjaga diri dan harta suaminya.” [Hadith riwayat Abu Daud dan An-Nasa’i) Berbahagialah wanita yang membahagiakan suaminya. Pria yang berjaya adalah pria yang bahagia lantaran telah memperoleh sebaik-baik perhiasan. Rasulullah dalam sebuah haditsnya mengatakan, "الدنيا متاع وخير متاع الدنيا المرأة الصالحة." (dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah isteri Shalihah, HR. Muslim) Pria yang berjaya adalah pria yang jiwanya bahagia dan merdeka, adalah pria yang tidak terpenjara oleh ulah dan ragam wanita di sisinya. Untuk itu, kesempatan belajar dan hak dididik perlulah diberi kepada kaum wanita. Tak ada ruginya pria memberi kesempatan wanita belajar. “You get what you give.” Yakinlah, tangan yang menghayun buaian, akan mampu menggoncangkan dunia. Wallahu a’lamu bish-shawabi. (Hanya Allah yang Maha tahu kebenarannya)
  • Share This Article

  • Facebook

  • Twitter

  • Google+

Posting Lebih Baru
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Search here!

Popular Posts

  • Tentang BMT Kayangan
  • Menjadi Wanita Shalehah
  • Tentang Galiana Travel
  • Galery
  • Tentang Galisaha Sport

Blog Archive

  • ►  2015 (11)
    • ►  Februari (11)
  • ▼  2013 (1)
    • ▼  September (1)
      • Menjadi Wanita Shalehah

Labels

BMT BMT KAYANGAN G-AMDK G-FUTSAL G-GALERY G-HELER G-HOUSE G-MART G-PENA G-SPORT SONGGO FINANCE TRANSPORT TRAVEL
Copyright 2015 Galisha Template By All Blog Things